Friday, December 21, 2007

Soal Ujian Akhir

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS MULAWARMAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Soal Ujian Akhir

Mata Kuliah Komunikasi Politik Internasional

Program Studi Hubungan Internasional

Th. Akademik 2007/2008

Sifat Ujian: Take Home

Diserahkan pada saat ujian Komunikasi Politik Internasional sesuai jadwal yang ditetapkan Program Studi Hubungan Internasional Fisip, pada saat hasil ujian diserahkan mahasiswa diharapkan menandatangani daftar ujian.

  1. Uraikan pemahaman anda seputar komunikasi politik internasional yang anda ketahui dikaitkan dengan hubungan internasional?

  1. Jelaskan menurut pendapat anda mengapa komunikasi politik internasional memiliki peranan yang cukup penting dan signifikan dalam proses hubungan internasional?

  1. Pelaksanaan komunikasi politik internasional dapat diamati dari berbagai perspektif seperti perspektif diplomatik, propoganda dan media massa. Jelaskan menurut pendapat anda perspektif yang dianggap paling efektif dalam kegiatan komunikasi internasional dalam hubungan internasional?

  1. Salah satu bentuk komunikasi politik internasional yang sering digunakan oleh sebuah negara dalam komunikasi politik internasional mereka adalah komunikasi propoganda. Jelaskan menurut pendapat anda mengapa komunikasi propoganda banyak digunakan oleh sebuah negara dalam komunikasi politik internasional?

  1. Akhir-akhir ini di internet terjadi perseteruan tidak bersahabat antara blogger Indonesia dengan blogger Malaysia yang mengarah kepada propoganda konfliktif yang dapat mempengaruhi hubungan persahabatan kedua negara dimana blogger Indonesia menyebut Malaysia dengan Malingsia begitupula blogger Malaysia menyebut Indonesia dengan sebutan Indon/Indown (artinya bangsa kelas rendahan). Jelaskan menurut pendapat anda bagaimana mengatasi permasalahan diatas ditinjau dari sudut pandang komunikasi internasional?

Selamat bekerja

”Sportifitas dan Kejujuran hanya dimiliki

Oleh pribadi yang memiliki karakter”

Soal Ujian Akhir

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS MULAWARMAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Soal Ujian Akhir

Mata Kuliah Organisasi dan Administrasi Internasional

Program Studi Hubungan Internasional

Th. Akademik 2007/2008

Sifat Ujian: Take Home

Diserahkan pada saat ujian Organisasi dan Asministrasi Internasional sesuai jadwal yang ditetapkan Program Studi Hubungan Internasional Fisip, pada saat hasil ujian diserahkan mahasiswa diharapkan menandatangani daftar ujian.

  1. Jelaskan menurut pendapat saudara mengapa organisasi internasional memiliki peranan yang cukup penting dan signifikan dalam proses hubungan internasional?

  1. Setiap organisasi internasional dibentuk untuk menjalankan fungsi dan peranan sesuai dengan tujuan pendirian organisasi internasional bersangkutan. Jelaskan fungsi dan peranan organisasi internasional secara umum yang anda ketahui?

  1. Kemukakan menurut pendapat saudara sejauhmana peran organisasi internasional dalam sistem perpolitikan global?

  1. Organisasi internasional dalam menjalankan perannya sering diperhadapkan pada berbagai permasalahan-permasalahan internal, seperti masalah keanggotaan dan masalah pengambilan keputusan. Jelaskan salah satu dari permasalahan tersebut menurut analisa anda?

  1. Jelaskan menurut pendapat anda sejauhmana pengaruh dan efektifitas sebuah organisasi internasional dalam melakukan interpensi-interpensi domestik terhadap sebuah negara dan berikan contoh kasus yang dapat memperkuat argumentasi anda?

Selamat bekerja

”Sportifitas dan Kejujuran hanya dimiliki

Oleh pribadi yang memiliki karakter”

Monday, December 17, 2007

Project list of International Work Camp 2008

Project list of International Work Camp 2008bvg

Indonesia International Work Campbv

Jalan Jembawan Raya No 8 Semarang Central Java Indonesia

Tel: +62 24 7603503 Fax: +62 24 7601989

Email: iiwc1@yahoo.com, website: www.iiwcindonesia.org

Code/Name/Location /Date /Type /Age limit/No of vols

IIWC0801 / Susukan Camp / Gentan Village, Boyolali / Feb 01-14 /Edu /18+/ 10vols

Project : This project will be the six project of IIWC taking place in Gentan village, Susukan Semarang (small city 3 hours from Semarang city center). This camp will be organized together with local people of Gentan village. This workcamp concerns about education for students from elementary to senior high school. The volunteers will organize school visit in the morning by organizing informal speaking activities, discussion on several topics, English competitions, and or seminar during the project. Games exchange and cultural introduction will be also organized during this activity.

Beside, in the afternoon and evening, the volunteers will have interaction and exchanges with the local youth and local people.

The main aim of the project is to encourage the students to speak and learn more about foreign language in this case English for their third language.

Work : The main work will be organizing additional English lesson for the children, other languages classes, games and cultural exchange with the students and local people, cooking exchange session with local mothers, skill development for the children, many more (ideas on activities for education theme will be very welcome)

Special remarks : The English level of the students and children as the target are varies, be ready to improvise your plan of organizing the lesson and be very creative, please promote more for reading habits and pay attention to the local customs and culture. Bring some information about your country, children story books, and games.

Location: Gentan village Susukan municipality, Semarang Central Java. This village is so beautiful surrounded by terraces of rice fields, mountain shadow in the distance and fresh air in the morning.

Accommodation: Host family, sleeping bag and mattress needed, and self cooking.

Language: English should be spoken during the project among participant.

Meeting point : IIWC office Jl. Jembawan Raya no 8 Semarang 50124 Semarang, Central Java, Indonesia, +6224 7603503

Airport : Ahmad Yani Semarang airport ; Train Station : Tawang Semarang train station

Fee : participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance.

IIWC0802 / Gedongsongo Camp I / Desa Candi Gedongsongo Central Java / 13/2-26/2 / Envi / 18+ / 10vols

IIWC0817/Gedongsongo Camp II/ Desa Candi Gedongsongo Central Java/7/8-20/8/Envi/18+/10vols

Project: Gedongsongo is one of tourist spots in Central Java. There are 9 temples in the areas and the temples should be very interesting places to have vacation. Still, the environment condition, socio economic background, sanitation and hygiene of the local people need to be improved. Most of the inhabitants are earning money from the vegetables garden that they have. In the weekend, they will sell the vegetables to the visitors in the tourist spot.

This project will be the sixth project organized there. Based on the last work camp evaluation, the volunteers will do the follow up of activities; education and sharing knowledge on garbage recycle, managing garbage dumping, other relevant environment activities.

The main aims of the camp are; to increase the awareness of the local people about garbage problem (especially non organic garbage) and to introduce them about recycle process.

Work: The volunteer will work in changing behavior activities of the local people toward their environment, recycle garbage, composting, introducing personal hygiene related to the environment condition, organizing additional English lesson and school visit, and playing games with children. There will be also possibilities of planting trees, making garden together with the local students for preserving and promoting healthy environment.

Special remarks: please bring any necessary information about garbage recycling and composting. Be very creative for additional English lesson, games and other activities for the children. Do remember to bring sun block and warm clothes since it will be very hot in the day time and very cold at night.

Location: Desa Candi Gedongsongo Ambarawa Central Java Indonesia. The volunteers can see the breath taken view from the top of the hill in Gedongsongo. The air is so fresh and the nature is still so pure for a relaxing day.

Accommodation: Host family, sleeping bag and mattress needed, self cooking.

Language: English should be spoken among participants

Meeting point : IIWC office Jl. Jembawan Raya no 8 Semarang 50124 Semarang, Central Java, Indonesia, +6224 7603503

Airport : Ahmad Yani Semarang airport ; Train Station : Tawang Semarang train station

Fee : participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance.

IIWC0803 / Demak Camp / Wonokerto village Central Java / 13/02-26/02 / Envi /18+/10vols

Project: Organized together with local people and the local regency of Demak, the volunteers will do activities related with environment and health. For your information, the local people of Demak have very unique way of life believing in a myth connected with using the water from the river that flows in the middle of the city. It is believed that they will get the blessing from the ancestor if they use the water from the river for their daily needs like bathing, washing and cooking. Still, the large use of chemical soap for washing dishes and clothes make the quality of the water decreasing. Also the habit of throwing garbage into the river makes the water condition even worse.

The volunteers will introduce about recycling and reusing garbage to the local people, visiting the local school for environment education and cleaning river together with them.

The main aim of the activity is to increase the awareness of the local people about healthy environment and life.

Work: introduction of recycling and reusing of garbage to the local people and students, cleaning river and village together with the local people, cleaning schools together with the local students and teachers, and many games for environment education.

Special remarks: Very hot, be ready with sun block and sun burnt. Bring some ideas for environment education and games for environment education, any necessary information about water pollution and water preservation will be very useful.

Location: WonokertoVillage, Demak, Semarang Central Java Indonesia.

Accommodation: Host family, sleeping bag needed, self cooking.

Language: English should be spoken among participants

Meeting point : IIWC office Jl. Jembawan Raya no 8 Semarang 50124 Semarang, Central Java, Indonesia, +6224 7603503

Airport : Ahmad Yani Semarang airport ; Train Station : Tawang Semarang train station

Fee : participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance.

IIWC0804/ Pamekasan camp / Pamekasan East Java / 15/02-28/02 / Orphan / 18+ / 10vols

Project : Together with one of the orphanages in Pamekasan East Java, this workcamp will be the second project organized with the theme of orphanage. There is a slightly different idea about the children who live in the orphanage in Indonesia, some of them, they still have parents or families, but because of the economic background, the children should stay in the orphanages.

In this project, the volunteers will feel the daily life of the children in the orphanage and share the time with them.

The aim of the project is to get to know daily life of the orphan children, helping out with their daily needs, helping out with their daily studies, skill development activities and capacity building for the children.

Work: we will organize some additional English lesson for the children, skill development (making bracelet, cookies, post card, etc) games and cultural exchange, gardening, etc.

Special remarks: project for children; please prepare your big smiles. It will be very nice if you can bring some small toys, candies, origami papers, many creative ideas for games and plays. Story books will also very welcome.

Location: Pamekasan, East Java Indonesia.

Accommodation: the dormitory of the orphanage, sleeping bag and mattress needed, self cooking.

Language: English should be spoken among participants

Meeting point : Will be informed.

Airport : Juanda airport, Surabaya Indonesia. Train: Pasar turi SurabayaTrain station.

Fee : participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance.

IIWC0805 / Tambak Rejo camp / North part of Semarang, Central Java / 16/02-29/02 / Health & kids / 18+ / 10vols

Project: this project will be organized with children in coastal area, in one of the fisherman villages of north Java Sea. The problem encountered by the people in this area, like many other coastal areas in Indonesia is lack of education about personal and environmental hygiene.

The volunteers will introduce and promote more about personal hygiene and how to maintain it to the local children and local people. Changing behavior and campaign about clean environment and personal health will be also done here.

Aims of this project are to increase the awareness of the local people to keep their personal health and environment as well as to improve the personal health condition of each individual living there.

Work : volunteers will do behavior changing activities for the local people toward their environment and personal hygiene especially children, organizing additional lessons for the children, cultural exchanges, school visit and club activities.

Accommodation : Host family, sleeping bag needed, self cooking.

Location : Tambak Rejo village, North of Semarang Central Java-Indonesia

Language : English should be spoken among participants

Meeting point : IIWC office Jalan Jembawan Raya no 08-12 Semarang-Indonesia

Terminal : Ahmad Yani Semarang airport, Tawang train station

Special remarks: be ready for hot sunny day (29-32 degree Celsius), bring sun block for possible skin burnt, a hat will be very useful. Bring many ideas for games, traditional clothes; bring also recipes from your country for international dinner.

Fee: Participation fee payable on arrival; US $ 200 covering accommodation, meals, local transportation, materials and insurance during project

IIWC0806 / Senjoyo Camp/ Senjoyo village Salatiga Central Java / 25/02 – 09/03 / Envi / 18+ / 10vols

Project: This project will be the first project of IIWC taking place in Senjoyo village, a village in hills with beautiful view around. For junior and senior high school students, this place is famous as a camping or tracking place. The beautiful view, natural water flows from the mountain and fresh air can be very attractive for people to visit.

But the awareness of both the local people and the visitors to keep the environment is still too low. It is quite common for people to throw garbage into the river or everywhere. The impact is quite bad; the quality of the water decreasing and soon the place will turn into small plastic mountain.

Together with the local people and schools, the volunteers will organize some activities related to the environment like school visit for increasing the awareness of the local students to keep their surrounding clean, games and competition on environmental issues, cleaning the surrounding together with visitors and local people, etc.

The main aim of the work camp is to increase the awareness of the local people and visitors to keep the environment clean.

Work: school visit for environment education, green foster parents, cleaning river together with the local people, picking garbage in the public spot together with local students and visitors, competition and games on environmental issues.

Special remarks: the place is located in a high hill, the temperature is quite cold at night and cool in the day time, please bring warm clothes and some information about environment education for small children, fun games and competition on environmental education.

Location: Senjoyo Village, Salatiga Central Java Indonesia.

Accommodation: Host family, sleeping bad and mattress needed, self cooking

Language: English should be spoken among participants

Meeting point: IIWC office Jl. Jembawan Raya no 8 Semarang 50124 Semarang, Central Java, Indonesia, +6224 7603503

Airport: Ahmad Yani Semarang airport, Train Station : Tawang Semarang train station

Fee: participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance.

IIWC0807 / Mangkang I camp / Semarang Central Java / 27/02-11/03 / Envi / 18+ / 10vols

Project: preserving natural diversity and sea shore from the abrasion because of no more mangrove and too strong waves from the ocean will be the main focus of the camp. This project will be the second project organized by IIWC in answering the needs of preserving the coastal side of North Java Sea in Mangkang. This area is now in danger due to the abrasion of the sea, cutting mangrove by local people and heavy force from the river flows. Before, many kinds of fish and shrimps are living there, but now since the condition of the mangrove forest is getting worse, it is quite difficult to find the species anymore. Fisherman also needs to go further to the ocean to fish and it means much work they need to do to earn money.

The aims of the camps are to initiate the project of protecting the sea shore, increase the awareness of the local people and the fisherman to protect their environment as well as their future.

Work: Planting mangrove, mapping the mangrove conservation area, environment education to local people and children, school visits for environment education and Olympic Games for environment.

Special remarks: Very hot and less hygiene condition of poor coastal area, be ready with sun block and sun burnt. Bring some ideas for environment education (especially about mangrove and how to take care of it) and Olympic games for environment education for small children aged from 6-12 and adult.

Location: Mangkang, Semarang Central Java Indonesia.

Accommodation: Host family, sleeping bag is needed, self cooking.

Language: English should be spoken among participants

Meeting point : IIWC office Jl. Jembawan Raya no 8 Semarang 50124 Semarang, Central Java, Indonesia, +6224 7603503

Airport : Ahmad Yani Semarang airport ; Train Station : Tawang Semarang train station

Fee : participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance.

IIWC0808 / FatimatusZahro / Semarang, Central Java / 04/03-17/03 / Kids / 18+ / 10vols

Project: The project will be held in Nasyirul Ullum orphanage. This will be the second project organized together with Nasyirul Ullum orphanage. Nasyirul Ullum is a muslim orphanage accommodating not only children without parents but also needy children whose parents could not afford for their formal education. Poverty is a main reason why these parents entrust their children under the education of the orphanage. In this project the volunteers are expected to share happiness, loves, and cares with them.

The main aim of the camp is to get to know the daily life of orphan children in order to have nice and meaningful relation with them then to share love and happiness together.

Work: Volunteer will teach/ assist/ help the children with skill development: handicrafts making (bracelets, origami, saving box from recycle materials, etc). Other works can be foreign language class, especially English, with possible and creative methods and approaches such as games, songs, quizzes, etc. Volunteers can also arrange cultural exchange, gardening, sport activities, making wall magazine, etc.

Special remarks: Project with children; please prepare your big smiles, toys, candies, and origami paper, many ideas of games and plays, also interesting activities for children. Story books are also welcome. Very basic and simple life of Indonesian Moslem traditional orphanage. It will be very interesting and challenging activities with very attentive and enthusiastic children.

Location: Pedurungan village, Semarang Central Java Indonesia, just 1,5 hours from Semarang Airport.

Accommodation: the dormitory of the orphanage, need sleeping bag and mattress, self cooking

Language: English should be spoken among participants. Little Indonesia or Javanese language are very welcome

Meeting point: IIWC office Jl. Jembawan Raya no 8 Semarang 50145 Semarang, Central Java, Indonesia, +6224 7603503

Airport: Ahmad Yani Semarang airport ; Train Station : Tawang Semarang train station

Fee: participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, local meals, transportation, and project material.

IIWC0809 / Karimun Jawa camp I / Karimun Jawa island / 02/07-12/07 / Envi / 18+ / 10vols

IIWC0810 / Karimun Jawa camp II / Karimun Jawa island / 16/7-26/7 / Envi / 18+ / 10vols

Project : Karimun Jawa island is very beautiful sea side with many coral reefs and fish protected by National Natural reservation agency. The expansion of tourism and the social changing of the local people, bring some bad effects to the natural condition. In cooperation with the government natural preservation agency, volunteers will do the environment education for the elementary students as well as other preservation actions like cleaning the beach, helping the preservation of sea turtle and eagle (if it is possible by volunteers because usually expert is needed), snorkeling and identifying the sea source that can be used as the material of environment teaching to the students.

The main aim of the camp is to increase the awareness of the local people and youth to keep their environment as well as the natural resource there.

Work : school visit for environment education, games for environment education, cleaning beach with students and local people around, some preservation action, snorkeling, and other activities related to environment education.

Special remarks : Very beautiful sea side and view, please stick on the schedule planned (volunteers tent to disappear during the project). Please be on time in the meeting point because the boat sails only once a week and impossible to arrange second departure, also do not forget your bathing suits, hat and very strong sun block. Be ready for sun burnt J

Location : Karimun Jawa island, around 4 hours by boat from Semarang harbor, 6 hours from Jepara harbor.

Accommodation: Guess house, sleeping bag needed, food will be provided

Language: English should be spoken among participants

Meeting point: IIWC office Jl. Jembawan Raya no 8 Semarang 50124 Semarang, Central Java, Indonesia, +6224 7603503

Airport: Ahmad Yani Semarang airport, Train Station: Tawang Semarang train station

Fee: participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance. Additional fee of US $ 30 will be charge to the volunteer for the transportation fee back and to the island.

IIWC0811 / Bali Camp / Bali Island / 01/07-14/07 / Cul / 18+ / 15vols

Project: Cultural camp organized in cooperation with KISARA Bali. This will be the fourth cultural project organized there.

The aims of the camp are to get to know Balinese culture and tradition, sharing knowledge and experience in voluntary service activities, to spread out the ideas of international workcamp and voluntary service more to the young volunteers in Bali.

Work: Cultural and traditional exchanges like dancing, music, painting, languages, and school visit for cultural and games exchange, etc.

Accommodation: Host family, sleeping bag and mattress needed, self cooking

Location: Denpasar Bali Island.

Meeting Point: KISARA PKBI Daerah Bali office. Jalan Gatot Subroto IV No 6 Den Pasar Bali

Airport: Ngurah Rai Denpasar airport

Special remarks: Cultural activities, please be ready with your traditional clothes, costumes, song, dance, music, etc for exchange.

Fee: Participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, materials and insurance during the project

IIWC0812 / Prambanan Camp / Prambanan Temple, Yogyakarta / 31/07-13/08 / World heritage, CONS / 18+ / 15vols

Project: The first project organized together with the department of archeology and tourism of Central Java to reconstruct the Prambanan temple. The temple is vastly destroyed because of the earth quake stroke Jogjakarta and Central Java last 2 years. As one of the world heritage recognized by UNESCO, Prambanan temple needs more attention and work of the volunteers.

The main aim of the camp is to help the local government to reconstruct the temple as well as to increase the awareness of the local youth to take active participation to preserve the world heritage.

Work: helping the construction and restoration of the temple, discussion with the local youth about world heritage and how to preserve it, study session about world cultural heritage together with local school and universities.

Special remarks : the reconstruction work basically will be done by experts with special background of archeology, the volunteers will mainly help with the moving of the materials like stones, cements, etc. Please be ready for manual hard working. Bring some information about world heritage and be ready for campaign about preserving world heritage. Very hot sunny days, please be ready for sun burnt. J

Location: Around Prambanan temple, Klaten Central Java Indonesia.

Accommodation: Host family, sleeping bag needed, self cooking

Language: English should be spoken among participants

Meeting point : IIWC office Jl. Jembawan Raya no 8 Semarang 50124 Semarang, Central Java, Indonesia, +6224 7603503

Airport : Ahmad Yani Semarang airport ; Train Station : Tawang Semarang train station

Fee : participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance

IIWC0813 / Surabaya camp / Surabaya East Java / 06/8-19/8 / Disa, KIDS / 18+/ 10vols

Project: This work camp will be the first project organized by IIWC in cooperation with one of handicapped children institutions in Surabaya East Java. The volunteers will promote the children rights, better recognition of their existence in the society (this is sad that the fact in the society, the handicapped children are considered as burden rather than as children with different potential), skill development and have a good time with the children.

The main aim of the project is to increase the awareness of the society about the rights of the children, increasing their skills (simple applicable skills will be preferable).

Work: skill development of the children like drawing, coloring pictures, making post card, bracelet (based on their condition), organizing one performance and exhibition in the end of the camp to give the children space to show their different abilities.

Special remarks : the children need special treatment and care from the volunteers, big heart and smiles are needed, many ideas about games and performance also needed J

Location: Surabaya East Java

Accommodation: Host family, sleeping bag needed, self cooking

Language: English should be spoken among participants

Meeting point: Surabaya East Java (exact place will be confirmed later)

Airport: Juanda Surabaya airport, Train Station : Pasar Turi train station

Fee: participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance

IIWC0814 / Surabaya camp / Surabaya East Java / 06/8-19/8 / Street children / 18+/ 10vols

Project: The second project for the street children organized in Surabaya highlighting social and education sides of the street children. The volunteer will have chance to build a close relation with the street children in the shelter. The street children are communities with different characteristic and behaviors compared with other children. We need special approach to get close to them and not many people can do that. Usually, because of economic background, the children go to the street to earn money.

This camp is organized to help the street children with the skill development so hopefully volunteers and children can create interesting activities in the shelter that makes the children stay longer in the shelter. The idea of creating these activities is to reduce the time spent on the street. Street is dangerous for the children, so more time spent in the shelter will be better for the children.

The second aim is to increase the skill of the street children so that they do not only beg and ask money form others. It will be nice if they have skill that finally will lead them to better job and life in the future. Or at least they can be independent with the skill they get.

Work: Skill development in the shelter, language lessons, club activities like singing, music, drawing, etc, personal health teaching, as well as cultural and games exchange activities.

Special remarks: Be ready with many ideas of games, plays, easy and applicable skills for the children. Bring some info of personal health material like how to brush teeth, washing hands, cutting nails, etc. Story books, cnadies, toys, origami papers, etc will be very interesting for the children. Be patient and have big big smiles!!!

Accommodation: A street children shelter, sleeping bag and mattress needed, self cooking (Please note that it is very challenging to stay and have activities in the street children settlement. Be ready to stay in slump area with poor houses far from good sanitation and hygiene. The living condition of the people is very basic and simple based on Indonesian live standard. More information about the situation and condition of street children project will be provided later in the infosheet).

Location: Surabaya, East Java Indonesia.

Language: English

Meeting point : Surabaya East Java (exact place will confirm)

Airport : Juanda Surabaya airport ; Train Station : Pasar turi train station

Fee : participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance

IIWC0815 / Blora camp / Blora Central Java / 06/8-19/8 / Edu / 18+/ 10vols

Project: In cooperation with the local library of Blora, the volunteer will run some activities of English competition, games and cultural exchange with local people, organizing bazaar and competition for Independence Day also organize cultural night. Last year project was highly appreciated by the local government, local people and the involvement of the local people was so nice. The aims of the camp is to increase the reading habit of English among the local students, encourage them to learn more as well as to learn Indonesian culture by joining the festival for Independence Day.

Work: School visits, English Competition, Organizing Bazaar and cultural night, Discussion, crazy games for Independence Day, cooking session, games and cultural exchanges, etc.

Special remarks: be ready to organize bazaar and English competition for students, many ideas for games, competition and cultural exchange. So enthusiastic local children, be patient and have big big smiles!!!

Accommodation: Host family, sleeping bag and mattress needed, self cooking

Location: Mlangsen Village, Blora Central Java Indonesia.

Language: English should be spoken among participants

Meeting Point: IIWC office Jalan Jembawan Raya No 8 Semarang Indonesia

Airport: Ahmad Yani Semarang airport

Fee: Participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, materials and insurance during the project

IIWC0816 / Tandang camp / Semarang Central Java / 06/8-19/8 / Street Children / 18+/ 10vols

Project: This will be the second project organized with the community of the street children in Tandang village Semarang. This area needs the help form volunteer especially for skill development, language classes and motivation not to go to the street. The unique and special characteristic of the community will definitely enrich the volunteers view with the values of life being encountered with a hard situation of live that can be difficult to imagine for volunteers from developed countries.

The main aims are to increase the skill of the street children, create activities that will attract the children so that they spend more time in the shelter than in the street, Giving the children other opportunity to make living rather than going to the street.

Work: School visits, skill development for the children, teaching personal health and sanitation, games and cultural exchange, charity activities to help the development of children community center there.

Accommodation: Host family, sleeping bag is needed, self cooking (Please note that it is very challenging to stay and have activities in the street children settlement. Be ready to stay in slump area with poor houses far from good sanitation and hygiene. The living condition of the people is very basic and simple based on Indonesian live standard. More information about the situation and condition of street children project will be provided later in the infosheet).

.

Location: Tandang Village, South Semarang, Central Java Indonesia.

Language: English should be spoken among participants

Meeting point: IIWC office, Jalan jembawan Raya no 8 Semarang, Central Java Indonesia.

Terminal: Ahmad Yani Semarang Airport.

Special remarks: Street children area, please note that bad sanitation and hygiene should be considered. Discussion on children issues, bring some info. Story books, toys, origami papers, candies, balloons, will be interesting for the children.

Fee: Participation fee payable on arrival; US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance for accident during the project.

IIWC0817 / Mangkang camp II / Semarang Central Java / 15/8-28/8 / ENVI / 18+/ 10vols

Project: this is the second project of the year for Mangrove planting and maintenance; preserving natural diversity and sea shore from the aberration because of no more mangrove and too strong waves from the ocean will be the main aims of the camp. This project organized by IIWC in answering the needs of preserving in Mangkang. This area is now in danger due to the abrasion of the sea, cutting mangrove by local people and heavy force from the river flows. Before, many kinds of fish and shrimps are living there, but now since the condition of the mangrove forest is getting worse, it is quite difficult to find the species there. Fisherman also needs to go further to the ocean to fish and it means much work they need to do to earn money.

The aims of the camps are to initiate the project of protecting the sea shore, increase the awareness of the local people and the fisherman to protect their environment and future.

Work: Planting mangrove, mapping the mangrove conservation area, environment education to local people and children, school visits for environment education and Olympic games for environment.

Special remarks: Very hot, be ready with sun block and sun burnt. Bring some ideas for environment education and Olympic games for environment education

Location: Mangkang, Semarang Central Java Indonesia.

Accommodation: Host family, sleeping bag is needed, self cooking.

Language: English should be spoken among participants

Meeting point : IIWC office Jl. Jembawan Raya no 8 Semarang 50124 Semarang, Central Java, Indonesia, +6224 7603503

Airport : Ahmad Yani Semarang airport ; Train Station : Tawang Semarang train station

Fee : participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance.

Meeting point: IIWC office, Jalan jembawan Raya no 8 Semarang, Central Java Indonesia.

Terminal: Ahmad Yani Semarang Airport.

Special remarks: Very hot, be ready with sun block and sun burnt. Bring some ideas for environment education and Olympic games for environment education.

Fee: Participation fee payable on arrival; US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance for accident during the project.

IIWC0819 / Ndelik Rejo camp / Semarang Central Java/ 15/8-28/8 / Street Children / 18+/ 10vols

Project: This project will be organized together with the local community of street children in Ndelik rejo village Semarang. As one of street children settlements in Semarang, we will do skill development, language classes and increasing motivation of the children not to go to the street. The unique and special characteristic of the community will definitely enrich the volunteers view with the values of life.

The main aims are to increase the skill of the street children, encourage the children to learn English more, create activities that will attract the children so that they spend more time in the shelter than in the street, Giving the children other opportunity to make living rather than going to the street.

Work: School visits, skill development for the children, teaching personal health and sanitation, games and cultural exchange, charity activities to help the development of children community center there.

Accommodation: Host family, sleeping bag is needed, self cooking (Please note that it is very challenging to stay and have activities in the street children settlement. Be ready to stay in slump area with poor houses far from good sanitation and hygiene. The living condition of the people is very basic and simple based on Indonesian live standard. More information about the situation and condition of street children project will be provided later in the infosheet).

Location: Ndelik Rejo, South Semarang, Central Java Indonesia.

Language: English

Meeting point: IIWC office, Jalan jembawan Raya no 8 Semarang, Central Java Indonesia.

Terminal: Ahmad Yani Semarang Airport.

Special remarks: Street children area, please note that bad sanitation and hygiene should be considered. Discussion on children issues, bring some info. Story books, toys, origami papers, candies, balloons, will be interesting for the children.

Fee: Participation fee payable on arrival; US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, material and insurance for accident during the project.

IIWC0820 / Kedung Mundu / Semarang Central Java / 19/11-2/12 / HIV/AIDS / 18+/ 10vols

Project: This annual camp is organized together with PKBI Kota Semarang. PKBI Kota Semarang is an NGO concerning with HIV/AIDS prevention action in Semarang. Their main target is the sex worker out of the prostitution area (we have 2 terms for female sex worker, in the prostitution area means sex workers inside the prostitution area, while out of the prostitution area means the sex workers working on the street, call girl, hotels, motels, massage parlor, etc outside of the localization).

The main aims of the camp is helping out the staffs and volunteers of PKBI Kota Semarang in conducting the guidance and education for Sexual Transmitted Infection and HIV/AIDS, increasing the awareness of using condoms toward the clients, and to increase the bargaining power of the prostitutes so that the client have to use condoms for the transaction. One important emphasize of this camp is to increase the awareness of the prostitutes and the client to do VCT (test for HIV/AIDS).

Work: STI and HIV/AIDS education action, using condoms campaign, organizing HIV/AIDS Day campaign together with other volunteers and other NGOs concerning with HIV/AIDS prevention in Semarang.

Special remarks: Bring some info, leaflets, condoms and other materials of HIV/AIDS from your country for discussion. Be very creative to approach the client and the female sex workers.

Accommodation: The office of Griya Asa, sleeping bag needed, self cooking

Location: Kedung Mundu Prostitution Complex, Semarang Central Java Indonesia.

Language: English should be spoken among participants

Meeting Point: IIWC office Jalan Jembawan Raya No 8 Semarang Indonesia

Airport: Ahmad Yani Semarang airport, Tawang train station

Fee: Participation fee payable on arrival US $ 200 covering accommodation, meals, transportation, materials and insurance during the project

Saturday, December 8, 2007

Integrasi "Asia-Pasifik"

Momentum yang berpangaruh terhadap pross integrasi di kawasan "Asia-Pasifik"

“Suatu Gravitasi , sebuah benda yang jatuh, kecepatan luncurnya makin lama makin cepat, atau seperti halnya dengan bole salju yang menuruni bukit, semakin kebawah ukurannya akan semakin besar”Logika Hubungan Internasional, hal 436, Jilid 2.

Seperi yang telah dijelaskan, bahwa analogi diatas berdasarkan pada konsep spillover atau gejala Imbasan, ketika suatu Integrasi di satu sektor akan memunculkan suatu imbasan di satu sektor lainnya, seperti halnya dikawasan Asia-Pasifik Integrasi ini timbul dikarenakan oleh beberapa faktor yang saya akan pilah-pilahkan berikut ini

Momentum yang berpengaruh terhadap “Integrasi”di kawasan Asia-Paifik, yang pertama adalah pengaruh eksternal. Segala proses integrasi berdasarkan pada rangsangan-ransangan eksternal, dimana ransangan-ransangan ini menimbulkan motivasi bagi negara-negara lain untuk membentuk sutau integrasi baru yang tentunya berfungsi sebagai tempat aspirasi dan kebijakan bersama, di Asia Pasifik sendiri dimotivasi oleh sistem Internasional dimana ada beberapa kawasan di Dunia (Eropa, Amerika Utara) yang membentuk sutau Integrasi yang mana dapat kita lihat hasil yang sangat signifikan, berbeda ketik a suatu Integrasi di Kawasan Eropa dan Amerika Utara belum terbentuk, dikondisikan bahwa keadaan disini dangat membantu perkembangan masing-masing negara contohnya saja Uni Eropa, sehingga hal inilah yang membuat negara-negara di dunia yang dalam hal ini adalah Asia-Pasifik untuk membentuk suatu Integarsi bersama, misalnya saja dalam APEC, ASEAN, dan AFTA. Yang kedu aadalah pengaruh internal. Pengaruh Internal disini dimaksudkan sebagai suatu kondisi dimana masing-masing negara (Asia-Pasifik) memiliki kondisi yang sama dalam artian bahwa kondisi disini negara-negara di kawasan Asia-Pasifik memiliki kondisi yang jauh lebih buruk dari pada negara-negara di kawasan lainnya misalnya saja dari segi perekonomian yang rendah, pendidikan yang rendah, kemampuan produksi yang kurang, dan populasi yang banyak, sehingga negara-negara di kawasan Asia-Pasifik sadar akan pentingnya suatu Institusi yang satu yang dapat mempengaruhi dan memperbaiki tingkat dan standar kehidupan di kawasan tersebut, misalnya saja APEC yang dibentuk pada tahun 1989 dalam rangka merespon peningkatan interdependency di anatar negara-negara di kawasan Asia-Pasifik di bidang ekonomi, yang selanjutnya adalah mengenai kesamaan nilai yang disini dimaksudkan bahwa kesamaan nilai-nilai budaya, masyarakat, dan kehidupan merupakan faktor yang terpenting dalam melahirkan suatu Integrasi khususnya di kawasan Asia-Pasifik, ketika suatu kesamaan itu ada maka kemauan untuk berintegrasi akan mudah timbul, dalam APEC misalnya dimana semua negara-negara di kawasan tersebut mempunyai kesamaan karakteristik yang sama baik dari kebudayaan dan pemikiran dan cara pandang terhadap sistem Global, selain itu negara-negara di kawasan Asia-Pasifik juag pernah mengalami nasib yang sama yang merupakan sebagian besar pernah dijajah. Dengan melihat kondisi yang ada di Asia-Pasifik bahwa dengan bersatunya dalam suatu Integrasi diharapkan natinya dapat memberikan keuntungan bersama bagi negara di kawasan Asia-Pasifik, sehingga menimbulkan suatu pemahaman akan pentingnya suatu Integrasi itu sendiri , selain itu perhitungan untung dan rugi merupakan suatu jaminan akan keuntungan suatu negara masuk dalam suatu Institusi baru maka hal yang pertama dilihat adalah seberapa besar fungsi Integrasi tersebut dibandingkan dengan ketika Integrasi tersebut belum dilaksanakan.

Saturday, December 1, 2007

“Model Ekonomi Jepang”

“Model Ekonomi Jepang”

sebagai suatu strategi pembangunan di Kawasan Asia-Pasifik (Korea Selatan,Taiwan)





Pendahuluan

Kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi yang berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang di dunia umumnya dan di kawasan Asia-Pasifik pada khususnya tidak bisa lepas dari usaha-usaha, pengaruh, serta tindakan negara-negara besar (Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang) dalam menjamin terpeliharanya sistem peronomian di dunia, khususnya di kawasan Asia-Pasifik sendiri keberadaan suatu negara yang sangat dominan berpengaruh dalam perkembangan perekonomian di kawasan tersebut. Di kawasan tersebut Jepanglah yang menjadi Pedoman negara kawasan Asia-Pasifik dalam pembangunan berkelanjutan di Kawasan tersebut.

Latar Belakang Masalah

Melihat pendahuluan tadi, dapat kita ambil perumusan masalah yaitu:

v Bagaimanakah bentuk Ekonomi Pembangunan Jepang?

v Bagaimanakah Pengaruh dari model Perekonomian Jepang (development state) di Kawasan Asia-Pasifik (Taiwan dan Korea Selatan)?

Pembahasan

Pembangunan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik tidak lepas dari peran Jepang sebagai penyedia bantuan luar negeri, sebagai pasar Impor, dan sumber investasi asing bagi kawasan Asia-pasifik, hal ini terbukti dengan munculnya negara-negara Industri baru ( NICs, Newly Industrializing Countries)[1] seperti Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, dan Singapura. Sebenarnya peran Jepang sendiri tidak luput dari peranan sistem Internasional dalam hal ini Amerika Serikat, dalam hal ini Amerika Serikat dengan liberalisme-nya bersedia mendukung keberhasilan dari sistem tersebut. Pada masa yang lalu, telah terbukti betapa model perkonomian Jepang yang liberalis itu ternyata lebih mampu menyesuaikan diri terhadap goncangan-goncangan yang disebabkan faktor eksternal maupun internal di Kawasan Asia, terutama yang berdimensi ekonomi, sehingga menjadikan Jepang sebagai pelopor model perekonomian liberal di Kawasan Asia-Pasifik.

Sudah terjadi suatu perpindahan modal yang sangat besar dari Eropa, yang merupakan pusat keuangan dunia pada masa itu, ke dunia Asia Pasifik. Kedua raksasa ekonomi, Amerika Serikat dan Jepang tidak perlu lagi berpaling ke pasar uang Eropa untuk kebutuhan modal mereka; mereka sendiri sudah menjadi negara kreditor sebagai akibat dari perkembangan industri yang sangat cepat. Dan perubahan ini, pergeseran pusat keuangan dari Eropa, dari Lautan Atlantik ke Asia Pasifik.[2]

Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor pertumbuhan yang memukau, membuat Korea Selatan ekonomi terbesar ke-12 di seluruh dunia. Setelah berakhirnya PDII, PDB per kapita kira-kira sama dengan negara miskin lainnya di Afrika dan Asia. Kemudian Perang Korea membut kondisi semakin parah. Sekarang PDB per kapita kira-kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa. Pada 2004, Korea Selatan bergabung dengan "klub" dunia ekonomi trilyun dolar. Kesuksesan ini dicapai pada akhir 1980-an dengan sebuah sistem ikatan bisnis-pemerintah yang dekat, termasuk kredit langsung, pembatasan impor, pensponsoran dari industri tertentu, dan usaha kuat dari tenaga kerja. Pemerintah mempromosikan impor bahan mentah dan teknologi demi barang konsumsi dan mendorong tabungan dan investasi dari konsumsi. Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena ekonomi dunia yang melambat, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, pertumbuhan pada 2002 sangat mengesankan di 5,8%.[3]

Taiwan memiliki ekonomi kapitalis yang dinamik dengan panduan investasi dan perdagangan asing oleh pemerintah yang terus berkurang. Untuk menjaga trend ini, beberapa bank milik-pemerintah dan perusahaan industri telah diswastanisasikan. Pertumbuhan nyata dalam GDP memiliki rata-rata 8% selamat 3 dekade terakhir. Ekspor telah tumbuh cepat dan telah menyediakan dorongan utama bagi industrialisasi. Tingkat inflasi dan pengangguran rendah; surplus perdagangan sangat penting; dan persediaan mata uang asing merupakan ketiga terbesar dunia. Pertanian menyumbangkan 3% dari GDP, turun dari 35% pada 1952. Industri tradisional yang membutuhkan banyak tenaga kerja secara stabil dipindahkan ke luar dan digantikan dengan industri berpusat pada modal dan teknologi. Taiwan telah menjadi investor utama di RRT, Thailand, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Vietnam. Pasaran pekerja yang semakin meluas telah mengakibatkan masuknya pekerja asing, baik yang legal maupun ilegal. Karena pendekatan keuangan yang konservatif dan kekuatan berbisnisnya, Taiwan menderita sedikit saja dibanding tetangganya dalam krisis finansial Asia pada 1998-1999.[4]

Pada tahun 2003, total ekspor Taiwan sebesar U.S.$150.6 miliar dengan biaya import sebesar U.S.$127.2 miliar yang sebagian besar kerjasama perdagangan dilakukan dengan Jepang dan Amerika sedangkan, total ekspornya sebesar U.S.$150.6 miliar dengan biaya impor sebesar U.S.$127.2 miliar

Jepang merupakan suatu negara yang relatif terlambat membangun perekonomiannya, faktor ini membawa dampak kuatnya intervensi negara dalam berbagai kegiatan dan usaha pembangunan ekonomi, untuk itu pemerintah Jepang cenderung untuk mengurangi peranan oposisi dan memperkuat peranan borokrasi demi mencurahkan segala perhatian bangsa kepada upaya pembangunan ekonomi. Bentuk negara ini disebut sebagai negara pembangunan yang berbeda dari model Uni Soviet maupun model negara pengawas yang dianut oleh Amerika Serikat dan negara-negara Industri maju Barat lainnya. Pada model negara pembangunan (development state) di Jepang ada beberapa hal yang sangat membedakannya. Jepang meninggalkan komitmen ideologi yang berlebihan maupun kepemilikan atas semua alat produksi dan sumber daya oleh negara pada dasawarsa terakhir pada abad 19, yaitu ketika korupsi dan efesiensi sudah sedemikian parah hingga memaksa pemerintah Jepang membiarkan pertumbuhan swasta, ada pun pihak swasta yang sekarang ini tumbuh di Jepang sebenarnya adalah hasil koneksi politik dari kelas elit yang berkuasa. Model negara pembangunan ini mencoba menyesuaikan semua tujuan-tujuan pembangunan dengan berlangsungnya mekanisme pasar (di mana harga-harga ditentukan oleh ukuran nilai yang nyata dan bukan oleh keputusan/selera penguasa ; hak milik perorangan diakui secara penuh baik dalam teori, maupun prakteknya; dan pembuatan keputusan disentralisasikan). Sedangkan pada negara-negara yang lebih lamban membangun industri seperti Korea Selatan dan Taiwan, model keterbelakangan ini dipilih sebagai solusi untuk mengatasi aneka masalah keterbelakangan dan ketergantungan mereka kepada pihak-pihak luar.

Model negara pembangunan berbeda dengan regulatory state[5], yaitu bentuk pemerintahan dan pola ekonomi yang bisa dijumpai di Amerika Serikat. Model ini juga melakukan intervensi ke berbagi kegiatan ekonomi, hanya intervensi ini dimaksudkan untuk menjamin berlangsungnya persaingan bebas, yaitu untuk mengawasi dan mengusahakan agar semua pihak yang terlibat bekerja dalam aturan permainan yang berlaku demi tercapainya efesiensi dan efektifitas. Negara pembangunan sendiri lebih menaruh perhatian kepada upaya-upaya untuk peningkatan kemampuan dan saing internasional dari sektor-sektorindustri domestik. Jelas ini diserahkan kepada suatu kebijakan yang bersifat nasionalis. Pelaksanaannya akan diserahkan kepada kalangan birokrasi berdasarkan proses konsultasi, kooperasi, dan kompetisi dengan pihak swasta dan politisi.

Perkembangan ekonomi di Asia-Pasifik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kepentingan Jepang dan segala dampaknya di kawasan ini dari masa ke masa. Dalam kedudukannya sebagai negara hegemoni yang sangat berkepentingan atas kelanggengan sistem internasional pasca perang dunia kedua, maka seluruh pengaruh Amerika Serikat juga harus diperhitungkan. Kepentingan dan pengaruh Jepang atas Korea Selatan dan Taiwan ini terbagi ke dalam dua periode. Pertama pada perang dunia kedua dan setelah perang dunia kedua, pada periode pertama proses awal industrialisasi yang diperkenalkan Jepang telah ikut melibatkan sekelompok usahawan kecil yang bekerja di sektor pengolahan yang kemudian menjadi cikal bakal kelas pengusaha yang tangguh di Korea Selatan dan Taiwan tentunya atas arahan dari pemerintahan Jepang yang dulunya pernah memerintah Korea dan Taiwan beberapa tahun, sedangkan kondisi setelah perang dunia kedua adalah Korea Selatan dan Taiwan termasuk juga Jepang sendiri masuk kedalam hegemoni Amerika Serikat dimana setiap tindakan dan kondisi Amerika Serikat mempengaruhi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik termasuk Jepang sendiri walaupun tanpa menghilangkan sedikitpun model negara pembangunan.

Kesimpulan

Melihat uraian ini, kita tentunya dapat mengambil kontribusi yang positif bagi perkembangan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik dengan melihat keberhasilan kondisi kedua negara (Korea Selatan dan Taiwan) yang mana kita dapat melihat bahwa model ekonomi pembangunan ini dapat berkembang di kdua negara tersebut dimana peranan pihak swasta sangat berpengaruh dalam sistem tersebut yang tentunya memberikan dampak yang positif bagi perkembangan perekonomian di kedua negara tersebut, dan harapan kita disini adalah bagaimana model ekonomi Jepang ini dapat diterapkan kebeberapa negara di kawasan Asia-Pasifik khususnya dan Dunia umumnya.


[1] Negara-negara Industri baru ( Newly Industrializing Countries) bermunculan ketika Pasca Perang Dunia II, dimana negara-negara tersebut masuk kedalam Pax Americana.

[2] Dari Dr. Ratu Langie dalam (Ekonomi Politik Asia Pasifik Pada Tahun 1937 dan Kecenderungannya di Abad XXI) dari http://www.geocities.com/landaratulangi/indopac/luhuratu.html

[3] Diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan

[4] Diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Taiwan

[5] Model dari regulatory state juga dianut oleh negara-negara Eropa barat.

Wednesday, November 21, 2007

“3 Serangkai”, Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat

“3 Serangkai”, Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat





“Sebaik-baiknya teman adalah buku, sebaik-baiknya tempat untuk buku adalah perpustakaanku”

(Lukman Hakim)

Buku adalah sahabat setia kita dalam mencapai ilmu pengetahuan, dengan buku kita dapat mengetahui segala bentuk informasi yang ada di dunia ini, mulai dari teknologi, ekonomi, politik, sosial sampai dengan budaya. Buku juga sebagai suatu sarana dalam menuangkan segala macam bentuk aspek rasa yang tentunya telah kita olah dan kita hasilkan dalam sebuah buku, yang nantinya dapat digunakan dan diaplikasikan didalam masyarakat, dengan buku pula kita dapat melihat gambaran kondisi masa lampau, masa sekarang, sampai masa depan, sehingga sangat penting keberadaan suatu tempat untuk menyimpan buku yaitu perpustakaan, fungsinya juga tidak hanya sebatas sebagai tempat penyimpanan melainkan sebagai tempat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, sehingga secara umum fungsi dari perpustakaan terdiri dari fungsi pelestarian, fungsi informasi, fungsi pendidikan, fungsi rekreasi dan fungsi budaya.

Perpustakaan sendiri telah dikenal sejak jaman sebelum masehi, dimana fungsinya hanya sebatas tempat penyimpanan kertas-kertas yang berisi kitab-kitab atau perintah raja yang pada saat itu memimpin dalam suatu ruangan yang telah disediakan, seiring dengan perkembangan jaman, fungsi dari perputakaan tidak hanya sebagai tempat penyimapan melainkan sebagai sarana dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan bagi siapapun yang membutuhkannya perpustakaan yang dulunya kita kenal hanya menggunakan system konvensional manual telah berubah menjadi sistem yang berbasis teknologi komputasi seperti dengan penerapan software otomasi perpustakaan yang dapat kila lihat dalam Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur ini.

Di Kalimantan Timur sendiri, keberadaan perpustakaan diawali dengan berdirinya Perpustakaan Negara Samarinda pada dekade tahun enam puluhan, yang pada saat itu perpustakaan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pembangunan setelah masa krisis pada tahun tersebut, seiring dengan menigkatnya bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi yang semakin pesat, pemerintah melalui surat Keppres RI No.11 Tahun 1989 tanggal 6 Maret 1989 membentuk Perpusnas RI sebagai lembaga pemerintah non departemen, selanjutnya terbit Keppres RI No.22 Tahun 1999 tentang Remda, melalui Perda Prop. Kaltim No.02 Tahun 2001 ditetapkan sebagai lembaga teknis Provinsi dengan nama Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur yang selanjutnya dimantapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No.04 Tahun 2003 sehingga perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur dapat berdiri sampai saat ini.

Selama kurang lebih 44 tahun, Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur telah membuktikan eksistensinya dalam masyarakat Samarinda pada khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya, kesungguhan Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur ini dalam meningkatkan minat baca masyarakat dapat kita lihat dengan semakin meningkatnya pelayanan-pelayanan yang ada seperti ditambahnya jam pelayanan hingga pukul 21.00, yang dulunya hanya sampai pukul 15.30, selain itu berbagai kemudahan bagi yang ingin menjadi anggota perpustakaan dapat kita lihat dengan adanya sistem pelayanan langsung jadi, maksudnya adalah pembuatan kartu anggota yang langsung jadi pada hari itu juga jikalau syarat-syarat yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, peningkatan pelayanan Perpustakaan Provinsi juga didukung dengan penerapan software otomasi perpustakaan yang membantu manajemen perpustakaan baik dalam pemasukan data bahan pustaka, kartu anggota sampai dengan layanan sirkulasi dan pemesanan buku.

Tentunya penigkatan ini tidak hanya semata-mata untuk menigkatkan pelayanan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, melainkan berdasarkan pada Visi dan Misi yang ada, Visi Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur ini adalah menjadi perpustakaan modern yang representatif yang dapat menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia, sedangkan untuk Misi Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur sendiri adalah :

  1. Meningkatkan perofesionalisme SDM perpustakaan.
  2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas bahan pustaka dan jasa perpustakaan.
  3. Mengembangkan aplikasi teknologi informasi untuk perpustakaan.
  4. Mengembangkan minat dan budaya membaca masyarakat.
  5. Membina dan mengembangkan perpustakaan jenis lain.
  6. Melestarikan bahan pustalan tercetak dan terekam.

Satu yang paling menarik dan menjadikan dasar bagi peningkatan-peningkatan pelayanan yang telah saya sebutkan sebelumnya adalah tercantum pada Misi no.4 yaitu mengenai pengembangan minat dan budaya membaca masyarakat.

Setelah kita melihat peningkatan pelayanan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur tersebut tentunya akan timbul pertanyaan dibenak kita semua dansekaligus menjadi permasalahan yang akan dibahas sepenuhnya didalam artikel ini, pertanyaan tersebut adalah “Bagaimana peningkatan minat baca masyarakat setelah adanya peningkatan pelayanan tersebut?”, “Solusi apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan minat baca sehingga menciptakan budaya baca?”.

Minat Baca Masyarakat

Setelah kita melihat penigkatan-peningkatan pelayanan diatas yang berdasarkan pada Visi dan Misi tersebut, tentunya akan timbul pertanyaan dibenak kita “Bagaimana minat baca masyarakat setelah adanya peningkatan pelayanan tersebut?”.

Untuk menjawab dan menguraikan lebih lanjut permasalah minat baca masyarakat, sebelumnya saya akan sedikit memberikan gambaran singkat mengenai minat baca masyarakat Indonesia pada umumnya.

Minat baca masyarakat Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara menduduki peringkat keempat, setelah Malaysia, Thailand, dan Singapura, selain itu menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 menyatakan bahwa masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi, orang lebih memilih menonton TV (85,9%) dan/atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5%), dengan melihat hal ini tentunya kita dapat mengetahui bahwa masyarakat kita lebih memilih media audio visual ketimbang membaca sebuah buku, belum lagi ditambah dengan kehadiran “Era-Globalisasi”, dimana keberadaan internet sudah sangat menjamur seperti e-life, e-learning, e-business, e-mail, internet home, cyber era, dengan hanya mengetik kata kunci di kolom search maka dalam hitungan detik pulalah informasi tersebut dapat kiat ketemukan, hal ini juga merupakan faktor kian malasnya masyarakat kita membaca buku apalagi untuk pergi keperpustakaan.

Masyarakat Samarinda sendiri mempunyai minat baca yang sangat rendah, hal ini berani saya katakan ketika saya mengamati pengunjung Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur selama 4 hari, banyaknya kursi-kursi kosong dan meja-meja yang diatasnya bersih dari keberadaan buku menjadi bukti bahwa rendahnya minat baca masyarakat kita, selain itu Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur kebanyakan hanya dikunjungi oleh para Mahasiswa, dengan presentase sekitar 70% dan sisanya dari kalangan masyarakat umum, pelajar, murid SD, dan lain-lain (www.samarinda.go.id), selain itu sebagian besar Perpustakaan hanya dimanfaatkan masyarakat hanya sebatas pada tempat untuk mencari informasi untuk menyelesaikan tugas atau hal-hal lainnya, bukan sekedar untuk sekedar melepas lelah dan menambah ilmu melalui membaca buku di perpustakaan.

Apabila rendahnya minat baca masyarakat kita dibiarkan sampai pada suatu saat didalam persaingan global kita akan selalu ketinggalan dengan sesama negara berkembang, apalagi dengan negara-negara maju lainnya, kita tidak akan mampu mengatasi segala persolan sosial, politik, ekonomi, dan budaya, selama sumber daya manusia kita tidak kompetitif, karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, akibat lemahnya kamampuan minat baca masyarakat.

Untuk itulah peran badan perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan minat baca masyarakat sehingga tercipta budaya baca sangat diperlukan, adapaun cara-cara yang dapat dilakukan oleh Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur dalam menigkatkan minat baca masyarakat adalah melalui 3 pilar utama atau bisa dikatakan sebagai “3 serangkai” yang lebih jelasnya akan dibahas pada bagian selanjutnya.

“3 Serangkai” Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat

Didalam meningkatkan minat baca sehingga tercipta budaya baca, diperlukan 3 pilar atau “3 serangkai” sebagai kunci utama dalam meningkatkan minat baca masyarakat, 3 serangkai ini merupakan suatu sistem yang berhubungan antara satu dengan lainnya, 3 serangkai tersebut adalah :

  1. Koleksi
  2. Sumber Daya Manusia (Pustakawan)
  3. Pelayanan

3 serangkai ini merupakan suatu pilar yang memang ada pada setiap perpustakaan, akan tetapi sering kali keberadaannya kurang begitu diperhatikan sehingga apabila ada satu pilar yang tidak bisa berfungsi dengan baik atau berkembang dengan baik maka hal itu juga akan berpengaruh dengan pilar-pilar lainnya sehingga peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca akan berkurang.

v Koleksi

Pilar yang pertama adalah Koleksi, koleksi merupakan bagian dasar dari sebuah perpustakaan, tanpa koleksi perpustakaan tidak dapat berjalan, koleksi disini terdiri dari referensi, koleksi dewasa / umum, koleksi remaja / anak, koleksi serial (seperti koran, majalah, jurnal), dan koleksi lainnya,. Semua koleksi ini sudah ada di Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur bertahap sejak perpustakaan didirikan, lalu bagaimana dengan minat baca masyarakat kita padahal koleksi telah tersedia?, banyak masyarakat enggan untuk membaca karena dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :

- Koleksi-koleksi yang ada tidak up to date , maksudnya adalah koleksi-koleksi yang ada merupakan koleksi puluhan tahun yang lalu, sehingga tidak sesuai lagi untuk dibaca, mengingat kondisi jaman yang selalu berubah, padahal seiring dengan keberadaan zaman, koleksi-koleksi yang ada haruslah ditambah.

- Terbatasnya sumber-sumber koleksi (buku-buku) yang ada di Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, sehingga akibat dari terbatasnya sumber ini masyarakat enggan untuk berkunjung ke perpustakaan apalagi membaca buku di perpustakaan.

- Keadaan buku yang tidak layak pakai lagi/rudak, sehingga tidak memungkinkan untuk dibaca., dan lain sebagainya.

Melihat beberapa faktor diatas dapat kita simpulkan sudah seharusnyalah koleksi-koleksi yang ada ditambah dengan koleksi-koleksi yang baru, dengan tidak menghilangkan buku-buku yang lama, akan tetapi buku lama tersebut tetap dipakai dan ditambah dengan buku-buku yang baru.

Saya akan sedikit memberikan analogi mengenai koleksi-koleksi (buku-buku) kedalam bentuk sistem tubuh kita, koleksi atau buku-buku diibaratkan dengan sebuah darah yang terus dipompa oleh jantung (dalam hal ini jantung adalah Sumber Daya Manusia / Pustakawan yang akan dibahas pada poin berikutnya), darah tetap terus menerus dipompa oleh jantung tanpa harus di buang akan tetapi terus diperbaharui oleh jantung, layaknya darah yang terus diperbaharui, koleksi-koleksi yang ada juga harus tetap diperbaharui tanpa harus menghilangkan yang lama.

Memang untuk memperbaharui koleksi tersebut tidaklah mudah, dengan didukung oleh kesungguhan Sumber Daya Manusia / Pustakawan dalam menambah koleksi-koleksi yang ada sangatlah diperlukan ditambah dengan pelayanan-pelayanan (lebih lengkapnya akan dibahas pada poin selanjutnya), karena bagaimanapun juga koleksi merupakan unsur yang paling penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat, dengan adanya koleksi-koleksi yang lengkap, beragam, dan menarik nantinya dengan sendirinya masyarakat akan semakin gemar untuk mengunjungi perpustakaan dan hal ini tentunya akan meningkatkan minat baca masyarakat sehingga tercipata budaya baca.

v Sumber Daya Manusia ( Pustakawan )

Unsur kedua adalah sumber daya manusia atau sering disebut dengan pustakawan, dalam hal ini pustakawan dianalogikan seabagai sebuah jantung yang terus memompa darah (koleksi/buku-buku) sehingga darah terus menerus diperbaharui, maka begitu pulalah dengan pustakawan, pustakawan tidak henti-hentinya terus memompa agar koleksi-koleksi dapat terus diperbaharui dan selalu menarik masyarakat untuk gemar membaca sehingga minat baca dapat meningkat.

Pustakawan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur sendiri telah berusaha selalu memberikan yang terbaik demi mencapai visi dan misi yang ada, dan yang paling penting adalah bagaimana menumbuhkan minat baca masyarakat sehingga menciptakan budaya baca, hal ini dapat kita lihat dengan kesungguhan pustakawan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur dalam mengembangkan minat baca masyarakat dalam pelayanan (seperti penambahan jam pelayanan, dan lain sebagainya) dan juga dalam meningkatkan profesionalisme kepustakawanan sendiri.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh pustakawan dalam menciptakan minat baca masyarakat sehingga tercipta budaya baca, diantaranya adalah :

- Dalam menciptakan minat baca tentunya sangat dipengaruhi oleh koleksi-koleksi perpustakaan itu sendiri yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, dimana pustakawan mempunyai pengaruh yang besar dalam menambah dan memperbaharui koleksi yang ada, akan tetapi memang seringkali terdapat banyak kendala yang mempengaruhi dalam pengadaan koleksi ini, salah satunya adalah permasalah dana, pengadaan koleksi melalui pembelian tentu tidak mungkin dilakukan, untuk itulah dalam hal ini pustakawan harus bisa mencari alternative lain dalam mendapatkan koleksi tanpa harus membeli, ada beberapa jalan atau cara yang dapat dilakukan dalam pustakawan dalam menambah koleksinya, misalnya melalui kerjasama dengan perpustakaan-perpustakaan lainnya yang sejenis mapupun tidak, selian itu pustakawan juga bisa menambah koleksi yang ada dengan mengadakan kerjasama melalui kerjasama dengan pemerintah, yayasan, maupun LSM yang pada umumnya memiliki publikasi yang bisa diberikan secara Cuma-Cuma kepada perpustakaa, selain itu relasi yang luas pustakawan sendiri sangat diperlukan misalnya dengan melakukan pendekatan pribadi terhadap individual yang memiliki perpustakaan pribadi.

- Dari segi pelayanan, pustakawan juga mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan kebijakan-kebijakan dalam menghasilkan suatu pelayanan, misalnya pelayanan yang kreatif dan inovatif (selanjutnya akan dibahas pada poin berikutnya sebagai pilar ketiga).

- Pustakawan dapat memanfaatkan sumber-sumber informasi yang ada, seperti internet, e-book, dan lain sebagainya, misalnya saja melalui hunting dari perpustakaan online, baik nasional maupun internasional dengan mengumpulakan informasi yang ada (baik dalam bentuk jurnal maupun majalah) dan selanjutnya dapat dimasukan dalam koleksi yang telah ada.

- Pustakawan menambah profesionalismenya dengan mengikuti beberapa lembaga pendidikan formal (Sarjana ataupun Diploma) maupun tidak formal seperti (penataran, magang, dan lainnya), sehingga pustakawan dalam menjalankan tugas-tugas kepustakawannya secara profesional seperti pengadaan bahan pustaka pengolahan dan pengelolaan sumber informasi, pendayagunaan dan pemasyarakatan informasi (karya cetak, karya rekam, dan multi media) dan pengkajian untuk pengembangan perpustakaan, dokumentasi, dan informasi.

Dalam meningkatkan minat baca masyarakat, sebenarnya tidak hanya pustakawan yang mempunyai peran dalam meningkatkan minat baca tersebut, akan tetapi perlu adanya kerjasama masyarakat baik pemerintah maupun pihak swasta seperti organisasi masyarakat (LSM), misalnya dengan menciptakan kebijakan wajib membaca bagi masyarakat sehingga nantinya dapat tercipta budaya membaca, begitu pula dengan organisasi masyarakat atau LSM dimana lembaga masyarakat ini dapat ikut membantu dan bekerjasama dalam meningkatkan minat baca masyarakat misalnya seperti penyeluhuan kepada masyarakat akan pentingnya membaca.

Melalui pustakawan minat baca dapat ditingkatkan dengan kesungguhan dan kemauan dari internal Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur (pustakawan) sendiri maupun eksternal masyarakat Kalimantan Timur sendiri (masyarakat, pemerintah, dsb) melalui kerjasama yang berkesinambungan diantara keduanya, sehingga minat baca dapat ditingkatkan dan nantinya akan menciptakan budaya membaca.

v Pelayanan

Pelayanan merupakan pilar atau unsur yang ketiga yang merupakan unsur yang terakhir dan juga yang paling penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat melalui Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, pelayanan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur sendiri telah menunjukan bagaimana kesungguhan perpustakaan dalam menciptakan minat baca masyarakat yang dapat kita lihat melalui berbagai jenis pelayanan yang telah ada, seperti layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan warung informasi dan teknologi, layanan bersecita (telling story), layanan perpustakaan keliling, layanan terpadu perpustakaan sekolah (LPTS).

Pelayanan ini dapat kita analogikan didalam sistem tubuh kita adalah sebagai paru-paru, dimana setelah darah (koleksi) di pompa oleh jantung (pustakawan) dan dialirkan menuju paru-paru (pelayanan) sehingga menghasilkan suatu sistem yang sempurna, maka begitupulalah sistem dalam Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan minat baca masyarakat sehingga menciptakan budaya baca, koleksi yang terus ditambah, dijaga, dan diperbaharui oleh pustakawan kemudian ditujukan terhadap pelayanan terhadap masyarakat sehingga koleksi tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat.

lalu bagaimana dengan minat baca masyarakat kita terhadap pelayanan tersebut?, pelayanan tersebut tentunya telah memberikan manfaat yang sangat berguna bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perkembangan kemampuan terhadap penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi pelayanan yang ada diharapkan tetap terus ditambah dan diperbaharui agar minat baca masyarakat terus meningkat.

Berbagai cara dalam meningkatkan pelayanan dapat dilakukan agar minat baca masyarakat dapat ditingkatkan, cara-cara tersebut tentunya tidak akan berjalan jikalau pilar pertama (koleksi) dan pilar kedua (pustakawan) tidak dapat saling bekerjasama sehingga sistem yang ada (perpustakaan) tidak bisa berjalan dengan baik dalam meningkatkan minat baca masyarakat, cara dalam meningkatkan pelayanan agar minat baca dapat ditingkatkan adalah sebagai berikut :

- Pelayanan yang berbasis pada keinginan dan minat masyarakat, maksudnya adalah pelayanan yang disesuaikan dengan keinginan masyarakat, seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat kita pada saat ini lebih memilih menghabiskan waktu senggang mereka untuk sekedar bersantai-santai di pusat perbelanjaan, kita sering melihat banyaknya anak-anak muda yang menghabiskan waktu mereka untuk sekedar berjalan-jalan dan mencuci mata mereka di mall-mall besar yang ada di Samarinda, seharusnya hal ini bisa dijadikan inisiatif bagi Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan minat baca masyarakat dengan memberikan layanan perpustakaan keliling dengan mendirikan tempat khusus bagi masyarakat yang ada di mall tersebut untuk sekedar melepas lelah dengan membaca, sehingga tanpa kita sadari perpustakaan telah memupuk minat baca masyarakat Samarinda.

- Sosialisasi pentingnya membaca ke sekolah-sekolah yang ada di Samarinda khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya, sosialisasi ini sangat diperlukan sebab dengan sosialisasi tersebut para siswa-siswi sekolah dapat mengetahui layanan-layanan, koleksi-koleksi yang ada di Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, jam layanan sampai dengan cara bagaimana menjadi anggota perpustakaan sehingga nantinya akan menumbuhkan minat baca siswa dan siswi sekolah di Samarinda khususnya, sosialisasi ini juga sebaiknya tidak hanya siswa dan siswi sekolah saja akan tetapi mencakup sosialisasi terhadap seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

- Pelayanan dapat ditambah dengan adanya srategi-strategi khusus dalam menciptakan minat baca masyarakat, misalnya dengan pemberian Reward (hadiah), seperti lomba yang saat ini diadakan oleh Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, sehingga dengan sendirinya masyarakat kita akan memahami arti pentingnya membaca itu sendiri karena adanya hadiah atau penghargaan tadi.

- Merubah sistem layanan yang ada, seperti tempat duduk, meja, rak-rak buku senyaman mungkin, maksudnya selama ini masyarakat menganggap perpustakaan sebagai tempat yang kaku atau monoton dengan rak-rak buku yang berjejer, kursi-kursi dan bentuk mejanya, sering kalau kita mengamati ada saja beberapa anggota perpustakaan yang tertidur, kondisi ini bisa dirubah dengan ditambahnya iringan musik yang ringan seperti musik klasik atau instrument-instrumen musik lainnya, sehingga suana didalam perpustakaan lebih santai dan nyaman yang juga dapat meningkatkan minat baca masyarakat, hal ini telah terbukti dengan semakin tingginya minat baca masyarakat yang ada di kawasan Ishikawa Jepang, setelah sebuah perpustakaan memasukan musik klasik dan instrumen musik lainnya sebagai musik latar didalam perpustakaan.

Setelah melihat beberapa pelayanan tersebut nantinya diharapkan dapat merubah dan meingkatkan minat baca masyarakat Samarinda pada khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya, tentunya pelayanan ini tidak akan dapat berjalan tanpa adanya kerjasama diantara pilar-pilar yang telah saya sebutkan sebelumnya.

Kesimpulan

Dari pemaparan-pemaparan yang penulis sampaikan diatas, dapat saya tarik kesimpulan bahwa didalam meningkatnya persaingan global tentunya diperlukan sumber daya manusia yang kompetitif, dimana sumber daya masusia (masyarakat) menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mengatasi segala bentuk permasalahan sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Dalam mengatasi permasalahan tersebut informasi sangat pentig, dan yang penting lagi informasi tersebut sebagian besar di dokumentasikan kedalam bentuk buku, sehingga minat baca akan suatu buku sangat penting untuk ditingkatkan, demi mencapai masyarakat yang dapat bersaing dalam sistem global saat ini, minat baca masyarakat ini sangat perlu ditingkatkan, dan minat baca dapat dibentuk dan dipupuk melalui badan atau lembaga seperti perpustakaan.

Dalam meningkatkan minat baca masyarakat Kalimantan Timur, Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur mempunyai peranan yang sangat penting dalam menciptakan budaya baca, dalam menigkatkan minat baca masyarakat ini dapat kita tingkatkan melalui 3 pilar yaitu Koleksi, Pustakawan, dan Pelayanan, atau bisa disebut sebagai “3 serangkai” dimana semuanya adalah suatu kesatuan yang saling berkaitan dan saling berpengaruh dalam meningkatkan minat baca masyarakat, layaknya sebagai suatu kesatuan sistem yang ada pada tubuh kita (darah, jantung, dan paru-paru), Koleksi, Pustakawan, dan Pelayanan merupakan bagian dasar atau bagian yang paling berpengaruh dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Tentunya “3 serangkai ini” tidak bisa berjalan dengan sempurna tanpa adanya kesungguhan dan keinginan yang kuat dari seluruh masyarakat dalam meningkatkankan minat baca, dan perlunya kolaborasi yang tepat diantara “3 serangkai” nantinya dapat menciptakan 1 budaya yang selama ini sangat sulit untuk dibentuk yaitu budaya baca, dan selama ini Badan Perpustakaan Kalimantan Timur telah membuktikan keeksistensiannya pada masyarakat dalam meningkatkan minat baca semenjak kurang lebih 44 tahun yang, akan tetapi perkembangan itu harus tetap ditingkatkan dalam meningkatkan minat baca masyarakat sehingga tercipta budaya baca melalui “3 serangkai” tersebut.

Demikian tulisan ini saya buat, apabila ada kesalahan dan kerancuan kata-kata mohon di maafkan, dan semoga apa yang saya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan tentunya juga dapat bermanfaat bagi diri saya pribadi sebagai anggota dari Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur.