Saturday, December 8, 2007

Integrasi "Asia-Pasifik"

Momentum yang berpangaruh terhadap pross integrasi di kawasan "Asia-Pasifik"

“Suatu Gravitasi , sebuah benda yang jatuh, kecepatan luncurnya makin lama makin cepat, atau seperti halnya dengan bole salju yang menuruni bukit, semakin kebawah ukurannya akan semakin besar”Logika Hubungan Internasional, hal 436, Jilid 2.

Seperi yang telah dijelaskan, bahwa analogi diatas berdasarkan pada konsep spillover atau gejala Imbasan, ketika suatu Integrasi di satu sektor akan memunculkan suatu imbasan di satu sektor lainnya, seperti halnya dikawasan Asia-Pasifik Integrasi ini timbul dikarenakan oleh beberapa faktor yang saya akan pilah-pilahkan berikut ini

Momentum yang berpengaruh terhadap “Integrasi”di kawasan Asia-Paifik, yang pertama adalah pengaruh eksternal. Segala proses integrasi berdasarkan pada rangsangan-ransangan eksternal, dimana ransangan-ransangan ini menimbulkan motivasi bagi negara-negara lain untuk membentuk sutau integrasi baru yang tentunya berfungsi sebagai tempat aspirasi dan kebijakan bersama, di Asia Pasifik sendiri dimotivasi oleh sistem Internasional dimana ada beberapa kawasan di Dunia (Eropa, Amerika Utara) yang membentuk sutau Integrasi yang mana dapat kita lihat hasil yang sangat signifikan, berbeda ketik a suatu Integrasi di Kawasan Eropa dan Amerika Utara belum terbentuk, dikondisikan bahwa keadaan disini dangat membantu perkembangan masing-masing negara contohnya saja Uni Eropa, sehingga hal inilah yang membuat negara-negara di dunia yang dalam hal ini adalah Asia-Pasifik untuk membentuk suatu Integarsi bersama, misalnya saja dalam APEC, ASEAN, dan AFTA. Yang kedu aadalah pengaruh internal. Pengaruh Internal disini dimaksudkan sebagai suatu kondisi dimana masing-masing negara (Asia-Pasifik) memiliki kondisi yang sama dalam artian bahwa kondisi disini negara-negara di kawasan Asia-Pasifik memiliki kondisi yang jauh lebih buruk dari pada negara-negara di kawasan lainnya misalnya saja dari segi perekonomian yang rendah, pendidikan yang rendah, kemampuan produksi yang kurang, dan populasi yang banyak, sehingga negara-negara di kawasan Asia-Pasifik sadar akan pentingnya suatu Institusi yang satu yang dapat mempengaruhi dan memperbaiki tingkat dan standar kehidupan di kawasan tersebut, misalnya saja APEC yang dibentuk pada tahun 1989 dalam rangka merespon peningkatan interdependency di anatar negara-negara di kawasan Asia-Pasifik di bidang ekonomi, yang selanjutnya adalah mengenai kesamaan nilai yang disini dimaksudkan bahwa kesamaan nilai-nilai budaya, masyarakat, dan kehidupan merupakan faktor yang terpenting dalam melahirkan suatu Integrasi khususnya di kawasan Asia-Pasifik, ketika suatu kesamaan itu ada maka kemauan untuk berintegrasi akan mudah timbul, dalam APEC misalnya dimana semua negara-negara di kawasan tersebut mempunyai kesamaan karakteristik yang sama baik dari kebudayaan dan pemikiran dan cara pandang terhadap sistem Global, selain itu negara-negara di kawasan Asia-Pasifik juag pernah mengalami nasib yang sama yang merupakan sebagian besar pernah dijajah. Dengan melihat kondisi yang ada di Asia-Pasifik bahwa dengan bersatunya dalam suatu Integrasi diharapkan natinya dapat memberikan keuntungan bersama bagi negara di kawasan Asia-Pasifik, sehingga menimbulkan suatu pemahaman akan pentingnya suatu Integrasi itu sendiri , selain itu perhitungan untung dan rugi merupakan suatu jaminan akan keuntungan suatu negara masuk dalam suatu Institusi baru maka hal yang pertama dilihat adalah seberapa besar fungsi Integrasi tersebut dibandingkan dengan ketika Integrasi tersebut belum dilaksanakan.

No comments: